Minuman Berenergi Benarkah Berbahaya?

beberapa waktu lalu penelitian di Amerika membuktika bahwa kafein yang ada pada minuman berenergi lebih berbahaya di bandingan dengan mengonsumsi kafein dalam kopi.

Saat ini banyak beredar makanan instan dan minumanberenergi yang bisa kita temui di warung atau toserba. Minuman yang menyegarkan dahaga biasanya banyak di minati masyarakat apalagi saat musim panas. Tetapi bagaimanakah dampak spesifik minuman itu pada tubuh kita, salain kita tahu bahwa mengkonsumsi makanan yang instan kurang baik bagi tubuh manusia.

Berbagai jenis produk instan akan berdampak buruk bagi kesehatan. Contohnya mengonsumsi minuman berenergi ternyata terbukti berbahaya untuk di konsumsi, karena kandungan gula dan kafeinnya sangat banyak apabila kita bandingkan dengan kafein dalam kopi biasa. Setelah melakukan penelitian ketika kita mengonsumsi 4 kaleng minuman berenergi dalam sehari dapat terjadi perubahan tekanan darah dan sekaligus merubah detak jantung semakin kencang pada tubuh manusia. Para peneliti bandar togel berhasil mengungkap efek berbahaya yang akan dirasakan selama 2 jam setelah kita mengonsumsi minuman tersebut.

Hitungan Kadar Bahaya di Minuman Berenergi

Coba bayangkan apa yang akan tejadi pada diri anda apabila anda secara terus menerus mengonsumsi minuman tersebut. 32 ons minuman berenergi terbukti akan mampu mengubah detak jantung yang normal menjadi ritme yang kencang itu terjadi saat kita mengonsumsi minuman merek ternama.

Perlu kita ketahui 32 gram minuman berenergi itu adalah batas maksimal tubuh kita dapa menerima asupan gula dan kafein. Kemudain satu kaleng minuman berenergi itu sedikitnya mengandung 108 gram gula sama dengan 27 sendok the setara dengan 320 gram kafein. Bisa kita ukur berapa kafein dan gula yang masuk pada tubuh kita apabila kita mengonsumsi minuman berenergi tersebut lebih dari saru botol sehari.

Penelitian ini sudah di uji ke 18 orang kurang lebih, mereka di ajak berpartisipasi untuk melakukan diagnosis. 18 orang ini di pilih secara acak kemudain dibagi menjadi dua kelompak besar. Kelompok pertama mereka di suruh untuk mengonsumsi minuman bersoda dengan kandungan kafein 320 gram, jus lemon 40 ml, dan sirup ceri 140 ml kemudian kelompok ke dua mereka diperintahkan mengonsumsi sebanyak 946 ml minuman berenergi.

Selanjutnya pemantauan detak jantung masing-masing kelompokpun di mulai. Pemantauan tersebut dilihat melalui electrodiogram, tekanan darah dipantau sejak satu jam setelah mengonsumsi, lalu dua jam, empat jam, enam jam, kemudian 24 jam  setelah minum minuman bersoda dan  minuman berenergi.

Setelah selesai dengan waktu dua puluh empat jam, kini membandingkan detak jantung dari kedua kelompok dilihat dari efek sampingnya. Detak jantung dari kelompok kedua yang mengonsumsi minuman berenergi sebanyak 946 ml memiliki jeda selama 10 milliseconds antar detak. Detak jantung terhenti di akhir dan bekerja kembali pada detak selanjutnya.

Menurut Pakar Mengenai Minuman Berenergi

Banyak dari para ahli judi online membenarkan bahaya dari minuman berenergi tetapi ada juga pakar ahli mengatakan tidak usah terlalu menghawatirkan dari dampak minum tersebut. Salah satunya adalah seorang peneliti dari Rumah Sakit Angkatan Udara Amerika Serikat di Travis California dia bernama Dr Emily Fletcher, dia menjelaska  bahwa 75 persen anggota militer yang telah mengonsumsi minuman berenergi  lebih rentan terkena penyakit jantung dan hati.

Dr Emily Fletcher beserta Timnya telah melakukan uji coba dalam beberapa waktu iti. Melalui jurnal Asosiasi Jantung Amerika, mereka berhasil mempublikasikan daftar 500 minuman  yang telah beredar dipasaran dengan kandungan gula dan kafein tinggi. Tetapi Dr Emily Fletcher juga mengatakan kafein yang ada di minuman tersebut kadar kafeinya sama dengan kadar kafein di kopi biasa.

Read More Minuman Berenergi Benarkah Berbahaya?

Menghindari Jenis Makanan Tertentu Ketika Lapar Dalam Gaya Hidup Sehat

Saat ini gaya hidup sehat sedang menjadi viral mengingat masyarakat sudah mulai sadar pentingnya untuk menjaga kesehatan dan ada makanan yang dihindari ketika lapar.

Saat ini gaya hidup sehat sedang menjadi viral di dalam masyarakat seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Tentunya hal ini tidak mungkin dapat mereka dapatkan dengan mudah apabila tidak mampu untuk menerapkan pola hidup yang sehat dari sesuatu yang lebih mudah untuk dilakukan seperti menghindari beberapa jenis makanan tertentu pada saat Anda lapar.

Menjalani Gaya Hidup Sehat Dengan Menghindari Makanan Tertentu Ketika Lapar

Seperti yang Anda ketahui bahwa di jam-jam tertentu, mungkin Anda pernah merasakan lapar namun Anda tidak ingin makan sebab Anda takut jika nantinya Anda akan mengalami gemuk. Apalagi beberapa orang sudah menjalani gaya hidup sehat sehingga mereka lebih cenderung tidak mau untuk makan atau mengonsumsi sesuatu yang salah dan justru merugikan mereka. Seringkali untuk mengatasi rasa lapar maupun menunda lapar, seseorang lebih memilih untuk makan camilan maupun juga mengonsumsi minuman segar sehingga bisa mengatasi rasa lapar yang sering mereka alami apalagi jelang makan di jam yang sesungguhnya entah itu makan siang maupun makan malam.

Tetapi Anda perlu mengetahui bahwa tidak semua makanan dan minuman yang Anda konsumsi ini sebenarnya baik untuk Anda bahkan sebagiannya lagi mungkin harus dihindari untuk dikonsumsi ketika nda sedang lapar. Sebagian dari makanan maupun minuman yang salah mungkin akan membuat Anda tetap lapar sehingga terus menerus akan mengonsumsinya namun yang sebagiannya lagi mungkin akan membuat Anda mengalami berbagai masalah pada pencernaan. Seperti yang dilansir oleh poker online, ternyata ada beberapa jenis makanan serta minuman yang seharusnya atau bahkan wajib untuk Anda hindari ketika lapar dan salah satunya adalah keripik kentang kemasan.

Mungkin salah satu jenis camilan yang sering dikonsumsi oleh seseorang ketika mereka lapar adalah keripik kentang karena mampu memberikan rasa kenyang namun rasa kenyang yang sensorik khusus. Artinya adalah rasa kenyang ini hanya akan memenuhi lambung namun hanya satu bagian saja. Akibatnya adalah Anda tidak akan bisa menghentikannya dan terus menerus memakan keripik kentang ini lebih banyak namun tetap saja tidak akan pernah merasa kenyang meskipun Anda sudah makan dengan jumlah yang banyak. Selain itu, jus jeruk juga ternyata tidak baik untuk diminum ketika Anda merasa lapar. Seringkali wanita yang sedang diet mungkin meminumnya untuk menahan lapar.

Memulai Gaya Hidup Sehat Dengan Langkah Paling Mudah

Jus jeruk adalah pilihan karena mereka pikir banyak minum cairan akan membuat perut mereka kenyang tanpa harus memikirkan mengenai berat badan. Namun faktanya jus jeruk tidak akan membantu sama sekali untuk mengatasi lapar yang Anda rasakan dan mungkin jika kenyang, itu hanya akan dirasakan sekejap saja. Anda harus mengetahui di dalam jus jeruk terdapat kandungan asam yang mungkin tidak cocok untuk dikonsumsi oleh Anda yang memiliki masalah pada lambung karena bisa menyebabkan maag. Selain itu, kadar gula darah juga bisa meningkat sehingga jus bukan merupakan sebuah pilihan utama pada saat lapar. Begitu pula dengan makanan yang pedas.

Banyak orang yang percaya makanan pedas akan membantu meningkatkan selera makan seseorang sehingga mereka pun dapat mengenyangkan. Tapi sudah banyak yang mengetahui juga jika sebenarnya makanan yang pedas ini justru akan membuat lapisan pada lambung atau sistem pencernaan menjadi iritasi dan juga luka. Hal yang sama berlaku juga untuk Anda yang merupakan penggemar kopi. Minum kopi di saat Anda merasa lapar justru tidak disarankan sama sekali karena kopi pun memiliki banyak kandungan asam yang akan berbahaya sekaligus meningkatkan peradangan pada lambung.

Karena itulah jika ingin memulai gaya hidup sehat seperti yang dilakukan banyak orang, maka mulailah dari hal yang paling kecil sehingga semuanya berjalan lancar.

Read More Menghindari Jenis Makanan Tertentu Ketika Lapar Dalam Gaya Hidup Sehat

Gejala Kerusakan Jantung Pada Anak Muda

Inilah beberapa gejala yang dapat diwaspadai sebagai kerusakan jantung yang terjadi pada usia muda.

Bila pada umumnya penyakit jantung dan pembuluh darah menyerang mereka yang telah berusia lanjut, tetapi beberapa tahun terakhir ini kita tentu sudah semakin banyak mendengar mereka-mereka yang masih muda atau bahkan remaja tumbang karena penyakit itu, bahkan hingga meninggal dunia. Anda tentu masih ingat kasus kematian mendadak penyanyi berusia 30 tahunan, jebolan ajang pencarian bakat Mike  Mohede yang juga diakibatkan penyakit jantung. Hal ini tentu mengejutkan karena biasanya kerusakan pembuluh darah untuk tiba pada gejala penyakit jantung membutuhkan waktu yang cukup lama.

Gejala yang patut diwaspadai sebagai tanda kerusakan jantung

Faktanya poker online yang menjadi  pemicu utama penyakit yang dapat merenggut nyawa ini adalah gaya hidup dan pola makan kurang sehat serta faktor resiko obesitas. Keduanya, menyebabkan kerusakan pembuluh darah sehingga penyakit kardiovaskuler terjadi lebih singkat daripada kasus-kasus yang dulu terjadi. Sebenarnya ada beberapa gejala yang dapat Anda waspadai sebagai perkembangan penyakit kardiovaskuler pada usia muda.

  1. Tekanan darah tinggi (hipertensi) – Inilah salah satu gangguan yang bisa meningkatkan penyakit kardiovaskuler dan Anda seharusnya waspada bila Anda atau orang-orang di sekitar Anda memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari batas normal atau mendekati batas atas setelah melakukan 3 kali pemeriksaan pada waktu yang berbeda-beda. Hipertensi yang ditemukan pada usia muda dibagi menjadi dua yaitu hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer biasaya terjadi pada mereka yang kelebihan berat badan dan menerapkan gaya hidup tidak sehat dalam keseharian. Sementara hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit ginjal, gangguan endokrin, efek sambaing racun dan obat, tekanan intracranial, dan kelainan jantung bawaan. Jika kondisi ini tak mendapat penanganan, lambat laun akan terjadi kerusakan dini pembuluh darah serta system syaraf pusat yang bisa memicu stroke, gangguan fungsi jantung, hingga gagal ginjal.
  2. Hiperkolesterolemia – Kadar koleksterol darah yang tinggi adalah awal dari perkembangan penyakit jantung koroner yang sesungguhnya telah dimulai sejak masa anak-anak. Kondisi ini diperparah dengan faktor genetic penyakit jantung dari orangtua, terpapar asap rokok, hipertensi pada anak, atau mengalami obesitas. Jika Anda atau orang-orang yang Anda sayangi mempunyai resiko ini yang paling penting adalah mengutamakan perbaikan pola makan dan pola aktifitas. Lakukan diet sehat dengan meningkatkan asupan makanan bergizi, seperti protein, serat, vitamin, mineral terutama dari buah dan sayuran.
  3. Arterosklerosis – Kondisi ini berarti kadar koleksterol darah semakin tinggi sehingga beresiko menimbulkan plak pada pembuluh darah. Walaupun perkembangannya cukup lama, tetapi plak yang terbentuk sejak usia kanak-kanak akan beresiko kerusakan jantung di usia dewasa muda atau remaja. Sekali lagi, faktor resiko dari kondisi di atas adalah hipertensi, obesitas, serta pola hidup dan makan yang tidak sehat. Untuk mengantisipasi resiko ini sangat penting untuk menerapkan pola makan sehat sejak dini serta beraktifitas sesuai porsi yang wajar. Kurangi konsumsi lemak, gula, dan karbohidrat, sebaliknya tambahkan porsi buah, sayur, dan ikan pada menu sehari-hari. Lakukan olahraga selama 30-60 menit per hari sebanyak 4 hingga 6 kali per minggu. Lakukan upaya perbaikan kualitas hidup ini secara perlahan dan konsisten. Pada anak-anak yang mengalami kondisi tersebut, dokter juga dapat memberikan suplemen untuk pemenuhan kebutuhan serat serta omega 3 yang berguna untuk mengendalikan kadar kolesterol LDL. Meskipun demikian anak tetap dianjurkan memperolehnya dari bahan-bahan alami.

Semoga informasi ini bisa menjadi referensi kesehatan terbaik untuk Anda.

Read More Gejala Kerusakan Jantung Pada Anak Muda