Pilgub Jatim 2018, Pertarungan Gus Ipul dan Khofifah

Kurang dari satu tahun jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim), tensi politik makin panas dan banyak nama-nama tokoh bakal calon disebut.

Sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia, Jawa Timur memang punya banyak potensi. Tak hanya potensi toto online dalam hal ekonomi, Jawa Timur juga dipanang sebagai kawah candradimuka bagi siapapun yang ingin terjun ke ranah politik nasional. Tak heran kalau tokoh-tokoh politik asal provinsi paling timur di pulau Jawa ini diperhitungkan.

Berangkat dari hal itu, momen pemilihan Gubernur untuk Jatim akan jadi sorotan hampir seluruh rakyat Indonesia. Akan banyak partai-partai besar berjibaku, saling himpit-menghimpit demi memperoleh kemenangan dan meraih hati rakyat Jatim. Bak sebuah aturan tak tertulis, parpol yang mampu berkuasa di Jatim akan memiliki langkah yang mulus di peta percaturan politik nasional.

Untuk itulah, tensi politik Pilgub Jatim jelas bisa dibilang cukup panas. Satu tahun jelang Pilgub, kini nama-nama telah muncul ke permukaan untuk menjadi bakal Cagub atau Cawagub. Meski terkesan masih malu-malu, beberapa parpol besar sudah memproklamirkan akan mendukung seseorang tanpa segan lagi.

Dua Kader NU Bertarung

Satu nama yang sebelumnya santer disebut bakal masuk sebagai bakal Cagub Jatim adalah Tri Rismaharini. Walikota Surabaya yang dicintai banyak rakyatnya karena prestasi itu memang sempat sering disebut bakal diusung PDIP.  Namun pada Juni 2017 lalu, Risma dengan tegas menolak diusung menjadi bakal Cagub Jatim dengan alasan masih fokus menjadi Walikota Surabaya untuk periode kedua sampai tahun 2021 mendatang.

Hilangnya nama Risma, dua nama yang kuat bakal saling berebut dukungan adalah Wakil Gubernur Jatim saat ini, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Yang unik, kedua nama ini sama-sama merupakan tokoh NU. Sekedar informasi, NU memang memiliki basis massa sangat kuat di Jatim, sehingga masuknya tokoh mereka dalam Pilgub jelas bakal meraih dukungan besar. Hanya saja kali ini, massa NU tampaknya bakal terpecah antara mendukung Gus Ipul atau Khofifah.

Namun langkah Gus Ipul tampaknya lebih mudah lantaran PKB dan PDIP disebut sudah mutlak mengusung dirinya sebagai Cagub. Khofifah sendiri yang mengaku masih menunggu izin Presiden Jokowi, disinyalir kuat bakal mendapat dukungan Golkar. Selain Golkar, Demokrat digadang-gadang akan memberikan dukungan untuk Khofifah setelah sang Putera Mahkota, Agus Yudhoyono memutuskan tak akan terlibat dalam Pilkada apapun di tahun 2018 nanti.

Munculnya Nama Tokoh Muda

Partai besar lain yang masih belum memiliki calon di Pilgub Jatim adalah Gerindra. Hanya saja mereka sudah memiliki empat tokoh yang masuk radar. Dilansir Detik, keempat tokoh itu adalah Gus Ipul, Khofifah, M.Nuh (Menteri Pendidikan di era Presiden SBY) dan La Nyalla Mattalitti (Ketua Kamar Dagang dan Industri Jatim).

Namun lepas dari nama-nama tokoh politik itu, justru ada sosok-sosok muda yang merangsek masuk bersaing. Mereka adalah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi dan Emil Dardak, Bupati Trenggalek. Kedua tokoh itu dinilai sama-sama berhasil membangun daerah mereka dan populer. Hanya saja karena sepak terjang mereka masih baru, tampaknya Azwar atau Emil hanya akan dibidik untuk menjadi bakal Cawagub Jatim. Meski demikian, beberapa pakar politik memprediksi kalau tokoh-tokoh muda ini akan bisa menjadi kuda hitam.

Lantaran dengan pengalaman mereka yang masih hijau, baik Azwar dan Emil dipandang memilih kekuatan untuk merebut hati pemilih milenial yang mungkin baru kali pertama akan melakukan pencoblosan toto online di Pilgub Jatim nanti. Entah siapa yang akan menang, yang jelas para politisi senior tak boleh memandang remeh bibit-bibit muda berprestasi.

Read More Pilgub Jatim 2018, Pertarungan Gus Ipul dan Khofifah